600 Bagunan Bersejarah di Medan Nyaris Punah
Share:

Rabu, 10 Maret 2010 | 16:41:36
Medan,Sumutcyber-Ketua  badan Pengurus Badan Warisan Sejarah Daerah Sumatera Ir. Nikolaus Simamora mengatakan, pesatnya pembangunan di kota Medan dalam 1 dekade terakhir berimbas terhadap  bangunan kuno dan cagar buday milik Sumut. Soalanya berdasarkan cacatan BWS akibat pembangunan yang  terus berlangusng  mengakibatkan  sebanyak 600 bangunan bersejarah di kota Medan sampai Bewalawan saja. Bahkan kondisinya sekarang terancam punah apabila pemerintah daerah  tidak serius untuk melestarikannya.

Menurut  Nicolaus Simamora, seharusnya bangunan-bangunan bersejarah itu dilestarikan. Seban, selain  puinya nilai sejarah ,juga  memiliki nilai ekonomis. Apalagi saat dengan ondisi sekarang yang kemungkinan akan ada perpindahan Bandar  Udara Pononia. Ditakutkan pembangunan semakin  berkembang tanpa mengindahkan bangunan-bangunan warisan bersejarah. “Sebisa mungkin,kota medan ditiap distrik-distrik tetap memiliki bangunan warisan budaya.Sehingga identitas kota tetap terjaga,” katanya.

Dia mencontohkan,  baru baru ini saja, sudah ada 2 bangunan bersejarah yang sudah dihancurkan yakni  villa kembar  yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro Medan.

Menurut dia,  seharusnya  kalau  memang lahan tersebut digunakan untuk pembangunan hotel atau bussines center, bisa dikonsultasikan dengan cara memadukan bangunan lama dan bangunan baru. Salahj satunya seperti  pembangunan grand Aston city hall, Bangunan  yang dipadukan dengan bangunan lama kantor walikota medan atau city hall,” ujarnya.

Namun demikian, sebagai bentuk continuitas pelestarian bangunan bersejarah di Kota Medan, dia mengatakan,  BWS  berupaya memberikan edukasi kepada pemilik bangunan bangunan lama untuk mencintai bangunan miliknya tersebut. “Ini perlu karena tidak  semua Kota di Indonesia ini memiliki warisan bangunan bersejarah,” ucapnya.

Wagubsu, Gatot Pujo Nugroho mengatakan, Pemerintah Provinsi akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kab/kota dalam hal ini untuk bisa menata dan melestraiklan dengan baik bangunan konu yang dimilik Sumut. “Setiap 3 sekali Pemprov dengan kab/kota tetap melakukan koordinasi, hal ini menjadi masukan bagi kita agar bisa melestarikan Bangunan Kuno,” ucapnya. (kali/sc)



Tag: banguanbersejarah

Terkait:

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 

 
Portal News
Jawa-Bali-Nusatenggara
Sumatera
Kalimantan

Sulawesi
Majalah