Medan, Sumutcyber- Genset di RSU Pirngadi Medan tiba-tiba meledak, Senin (8/2) sore. Tiga pasien penyakit jantung yang sedang menjalani perawatan intesif meninggal dunia saat listrik padam di rumah sakit tersebut.
Marajohan Pangaribuan (86), warga Medan dirawat di rumah sakit tersebut karena komplikasi penyakit . Saat pemadaman listrik terjadi, pasien menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) lantai 4 rumah sakit milik Pemko Medan itu.
Selanjutnya, korban lainnya, Ferry Capri (19). Pasien ini juga menjalani perawatan di ruang Intensive Cardiovascular Care Unit (ICCU). Sementara pasien ketiga yang meninggal dunia adalah Heber Lumbantobing, kakek berusia 73 tahun.
Jenazah Marajohan terpaksa dibawa menggunakan tandu dari lantai empat ruang ICU hingga ke instalasi jenazah di lantai satu tanpa penerangan memadai. Sejumlah kalimat penyesalan keluar dari keluarga pasien yang ikut mengiringi jenazah.
T Boru Pangaribuan mengaku sangat kecewa dengan padamnya listrik secara tiba-tiba, hingga semua alat di ruang ICCU tidak berfungsi. "Mulai alat medis sampai AC, ikut mati. Ruang ICCU cuma diterangi lilin," kata Pangaribuan.
Meski kecewa, T. Boru Pangaribuan enggan menuduh kematian ayahnya akibat alat di ruang ICCU tidak berfungsi.
Sementara Humas RSU Pirngadi, Susyanto mengatakan, pasien yang menjalani perawatan di ruang ICU, kebanyakan menggunakan alat bantu pernafasan atau alat medis lain yang terkoneksi dengan listrik.
"Tapi pasien kita yang meninggal dunia saat mati listrik tadi, tidak lagi menggunakan alat bantu pernafasan," kata Susyanto.
Padamnya listrik di RSU Pirngadi Medan terjadi Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat pemadaman terjadi, genset hidup secara otomatis. Naas, beberapa saat kemudian, genset meledak. Akibatnya, seluruh ruangan gelap gulita. Sejumlah pasien sempat panik akibat tidak dapat melihat. Sementara dokter dan perawat terpaksa bekerja menggunakan penerangan lilin. (maria/int)