DPD Desak Inalum Pasok 90 MW Untuk PLN
Share:

Jumat, 5 Februari 2010 | 18:49:07
Medan, Sumutcyber- Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba menyatakan akan mendesak PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) agar membantu PLN menyelesaikan krisis listrik yang terjadi dengan memperbesar transfer energi dari sebelumnya sebesar 45 MW menjadi 90 MW.

Pernyataan itu diungkapkan Parlindungan Purba pada rapat tertutup dengan jajaran PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut bersama Ketua Tim Task Force PLN, Bambang Soesianto di area PLTG/U Belawan pada, Jumat (5/2). Hadir juga dalam pertemuan tersebut, anggota Tim Task Force, Albert Pangaribuan, Syafril, Johnni Hutajulu, Manajer PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan, Tri Joko Supriyatno dan DM Hukum dan Komunikasi PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut, Marodjahan Batubara.

Menurut Parlindungan, kehadirannya dalam rapat tersebut merupakan bentuk kepeduliannya untuk mencari solusi dari krisis listrik yang terjadi. “Apalagi dalam beberapa bulan mendatang akan ada momen-momen penting yang akan dihadapi masyarakat. Misalnya, pada Mei Pilkada disejumlah daerah, Juni Piala Dunia, Juli momen masuk sekolah dan Agustus Bulan Suci Ramadhan. Jadi kalau dari tidak sekarang diantisipasi akan semakin menambah keresahan masyarakat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Parlindungan juga mengusulkan agar PLN memberikan potongan abonomen terhadap masyarakat sebagai kompensasi pemadaman yang terjadi. Hal lain yang menjadi pembahasan adalah meminta komitmen PLN agar unit I PLTA Asahan I berkapasitas 90 MW dapat beroperasi pada akhir Maret mendatang.

Terhadap pemerintah kota dan kabupaten di Sumatera Utara, Parlindungan menyerukan agar menggaungkan gerakan hemat energi. Misalnya, membatasi penggunaan energi listrik pada papan-papan reklame hingga pukul 19.00 WIB, karena sifatnya pemborosan energi. “Khusus di Medan, papan-papan reklame ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Kita minta agar pemerintah setempat segera melakukan penertiban, sehingga energi listriknya bisa dialokasikan PLN kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, Parlindungan yang juga sebagai Ketua Apindo, Sumut, juga meminta agar PLN melakukan penguatan trafo dilokasi industri seperti KIM I dan II. “Kalaupun PLN saat ini kekurangan investasi untuk melakukannya, bisa menjajaki kerjsama dengan pihak lain melalui sewa, tapi ini harus menjadi pemikiran PLN agar industri jangan jatuh karena krisis yang terjadi,” katanya.

Kemudian, Parlindungan juga meminta agar karyawan PLN yang langsung berhubungan dengan masyarakat agar lebih tanggap terhadap keluhan masyarakat, sehingga tidak menambah kekecewaan akibat dari pemadaman bergilir yang terjadi.

Menanggapi kepedulian Parlindungan terhadap PLN dalam menyelesaikan krisis yang terjadi, Bambang Soesianto mengungkapkan rasa terimakasih yang cukup besar. “Pemikiran seperti itu sangat kita harapkan sehingga ikut bersama-sama menanggulangi krisis yang terjadi,” katanya.

Menurut Bambang, pihak PLN sebenarnya telah bekerja keras dalam menyelesaikan krisis yang terjadi. Misalnya, melakukan percepatan perbaikan GT 12 yang dijadwalkan akan masuk dalam system pada pertengan Februari. Ditambah lagi masuknya pasokan sebesar 105 MW dari Lot III, mesin pembangkit baru yang dibangun di kawasan PLTG/U Belawan.

Sebenarnya menurut Bambang, sejak tahun 2004 hingga saat ini, PLN telah menambah pasokan sebesar 482 MW, namun karena tingginya pertumbuhan konsumsi energy listrik masyarakat, jumlah tersebut habis terserap, sehingga bila terjadi kerusakan atau pemeliharaan mesin pembangkit, belum pernah memiliki cadangan.

Terhadap permintaan Abonomen, Bambang menyatakan akan mencari aturan-aturan yang mendukung pemberian kompensasi tersebut, sehingga masyarakat tidak terlalu kecewa akibat dari krisis yang terjadi. “Kita akan jajaki aturannya, tapi kita berharap kompensasi itu dapat kita berikan sebagai pengobat kekecewaan masyarakat,” katanya. (maria/sc)


Tag: listrik

Terkait:

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 

 
Portal News
Jawa-Bali-Nusatenggara
Sumatera
Kalimantan

Sulawesi
Majalah