Bentrok di Kabanjahe, Supir Bus Tewas
Share:

pm/nanang
Jenazah Regunanta Ginting alias Cimpa saat divisum tim medis rumah sakit.
Jumat, 5 Februari 2010 | 13:50:22
Kabanjahe, Sumutcyber- Terminal Atas Tiga Baru Kota Kabanjahe rusuh kemarin (4/2) sore sekira pukul 16.20 WIB. Minuman keras Red Label jadi pemicu.

Info yang dihimpun POSMETRO MEDAN (grup Sumutcyber) di TKP, keributan massal berawal ketika supir PO Bus Sebayang, Regunanta Ginting alias Cimpa (43), bersama sekira 6 temannya dilaporkan meminta minuman keras kepada seorang karyawan perusahaan bus PO Sutra dengan cara yang dinilai patentengan atau tak sopan hingga menimbulkan ketersinggungan sejumlah kawannya sesama karyawan dan mandor Bus Sutra.

“Pindo inemen nta. Red ena buat (minta minuman kita. Red itu ambil),” demikian kata sejumlah saksi mata peristiwa di Terminal Atas Tiga Baru Kabanjahe, menirukan perintah Cimpa pada kawan-kawannya. Cimpa Cs meminta whisky merek Red Label.

Karena permintaannya ditolak, Cimpa yang marah lalu melontarkan kalimat dinilai tak senonoh. Ini yang membuat suasana mulai panas. Niat perlawanan beberapa karyawan Bus Sutra terhadap Cimpa Cs mulai timbul. Apalagi begitu mereka mendapat dukungan dari beberapa mandor Bus Sutra.

“Ula sada pe kena mundur. Adi enggo main, mainken terus! (Jangan satu pun kalian mundur. Kalau sudah main, mainkan terus!)” demikian ‘provokasi’ yang terdengar, hingga membuat kubu karyawan dan mandor Bus Sutra menyerang Cimpa Cs.

Bentrok dua kubu antar perusahaan bus itu seketika mengubah aktifitas terminal menjadi rusuh. Kubu karyawan-mandor Bus Sutra merangsek, mengejar Cimpa Cs. Melihat perlawanan yang besar, 6 teman Cimpa memilih kabur. Tinggallah Cimpa seorang diri dan, nahasnya pun seketika terjadi.

Massa yang sebagian menghunus senjata tajam, tanpa ba bi bu langsung menghunjami tubuh Cimpa. Sedikitnya, 8 liang luka tikaman ditemukan di sekujur tubuhnya. Bahkan yang terparah, lubang tikaman dari punggung belakang kanannya, tampak tembus sampai ke jantung. Akibat mengalami pendarahan hebat, Cimpa tewas setiba dilarikan ke RSU Kabanjahe.

Polisi yang gagal mengantisipasi tawur massal itu lalu mengamankan 2 petugas mandor Bus Sutra, yakni abang-adik Tokyo Karo Sekali dan Paulus Karo Sekali, guna diminta keterangan di Mapolres Tanah Karo. Hingga kemarin malam, Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Lukmin Siregar mengaku pihaknya masih memeriksa 2 mandor itu, terutama Tokyo yang telah dinyatakan sebagai tersangka. Meski mengakui kerusuhan bermula dari ketersinggungan kubu karyawan dan mandor Bus Sutra, AKP Lukmin Siregar mengaku belum mau menjelaskan modus serta motif detail peristiwa maut itu hingga pihaknya mendapat keterangan lengkap dari sejumlah saksi.

Sementara, kematian tragis Regunanta Ginting alias Cimpa jelas membuat keluarganya shock. Apalagi diketahui, supir Bus Sebayang itu baru sebulan terakhir ini menetap di Tanah Karo, persisnya di Desa Lingga Julu, Kec. Simpang Empat. Selama ini Cimpa tinggal di Jakarta. Di sana, dia bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi di kawasaan Pasar Induk.

Karena itu pula, kepulangannya dari Jakarta ke kampung halaman dinilai mengantar nyawa semata. “La ku arap kerehen mama ku jenda naruhken kesahna (saya tidak menyangka bahwa kedatangan paman ke kampung halaman untuk mengantarkan nyawanya),” kata seorang kerabat dekat Cimpa di RSU Kabanjahe. (nanang/amry)


Tag: kriminal

Terkait:

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 

 
Portal News
Jawa-Bali-Nusatenggara
Sumatera
Kalimantan

Sulawesi
Majalah