Siswi SMA Disiram Air Keras
Share:

pm/malik
Siska Wulandari terbaring di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam.
Rabu, 3 Februari 2010 | 13:41:43
Lubukpakam, Sumutcyber- Penyerangan kemarin (2/2) pagi terhadap Siska Wulandari (16) direncanakan matang. Motif mengarah ke sengketa poligami sang ayah.

Peristiwa terjadi di Jl. Deli Muda, tak jauh dari stasiun KA (kereta api), Desa Pasar Bengkel, Perbaungan, Sergai, sekira pukul 7, saat Siska terburu menggenjot sepeda motor Honda Beat nya menuju sekolahnya, SMA Perguruan Setia Budi Abadi, Perbaungan. Menurut siswi kelas 1 itu, pagi itu, pukul 06.40, dia berangkat dari rumah kakaknya, Novita dan Yeni, di Dusun I Darul Aman, Desa Sei Buluh, Perbaungan. Dari situ menuju sekolahnya, berjarak sekira 10 Km.

Karena takut telat, saat melintas di Sei Jenggi persis depan Pos Lantas, Siska memilih jalan pintas ke sekolahnya, lewat jalur perkebunan di sana. Sedianya, dengan memotong jalan dari jalur alternatif itu, Siska akan tembus ke Simpang Pasar Bengkel, Perbaungan.

Tapi alih-alih cepat tiba di sekolah, dua lelaki dewasa pengendara Yamaha RX King yang mendadak memepet motornya di Jl. Deli Muda itu, membuat Siska harus berhenti dan meraung-raung kesakitan dengan kondisi jatuh dari sepeda motornya. Dengan gerak cepat, lelaki yang di boncengan menyiramkan secangkir air keras tetap ke wajah Siska. Wajah serta mata kanan Siska langsung melepuh. Bahkan jilbab dan baju seragam sekolahnya ikut terbakar akibat siraman air mengerikan itu.

Sedetik usai beraksi dan membuang cangkir plastik yang telah kosong, duo lelaki berjaket kulit hitam dan membungkus wajah dan kepala dengan helm tertutup itu kabur ke arah arah perkebunan Deli Muda. Raungan Siska selanjutnya membuat sejumlah warga sekitar lokasi mendatanginya.

“Apa yang kalian lakukan, tolong... tolong...!” teriak Ny. Marisah (35), yang saat kejadian melaju dengan Honda Supra Fit BK 2011 MR, memboncengan puterinya, Sri Rahayu (16), sekira 10 meter di belakang sepeda motor Siska. Menurutnya, beberapa detik sebelum beraksi, dua lelaki itu mendahului sepeda motornya, mendekati motor Siska.

“Waktu (kejadian) itu aku mau antar anakku sekolah. Kami iring-iringan dengan korban, tiba-tiba pelaku melombaiku dan mendekati korban kemudian menyiram korban dengan cara melemparkan cangkir plastik ke wajahnya hingga korban berteriak kesakitan,” terang Marisah, warga Dusun II, Desa Deli Muda, Perbaungan. “BK (motor) nya ditekukkan ke luar sehingga (Nopolnya) tak kelihatan,” sambungnya soal Nopol Yamaha RX King 2 lelaki tak dikenal itu.

Oleh sejumlah warga di TKP, Siska yang terus meraung kesakitan, segera dilarikan ke RSU Melati di Perbaungan. Tapi karena luka baker yang dideritanya cukup serius, gadis ini dirujuk ke RSU Sari Mutiara di Lubuk Pakam.

Hingga kemarin, Kapolsek Perbaungan AKP Syahril SH mengaku masih menyelidiki kasus ini. Menurutnya, dipimpin Kanit Reskrim Ipda LB Sihombing, anak buahnya kini tengah menyelidiki temuan dari TKP, seperti jilbab dan pakaian seragam sekolah Siska, serta cangkir bekas tempat air keras itu. Cangkir biru itu biasanya digunakan untuk memeras jeruk yang akan dijadikan minuman jus. Meski begitu, hasil pemeriksaan sementara dari sejumlah saksi, motif penyerangan mengarah pada sengketa perkawinan kedua ayah Siska, Anto.

Sepuluh tahun lalu, saat Siska berumur 6 tahun, bungsu 3 bersaudara ini ditinggal cerai ayah dan ibunya. Itu terjadi menyusul ayahnya, Harianto alias Anto (42) diketahui kawin lagi.

Begitu rumah tangga orang tuanya retak, keluarga Siska hidup tercerai berai. Ibunya, Ny. Murni Lestari (40), memilih merantau ke Malaysia, menjadi TKW.

Sementara ayahnya, Anto, tinggal bersama isteri barunya, Suli Eka Wati (36) di di Dusun Tubruk, Desa Sei Buluh, Perbaungan. Sedangkan Siska dan dua kakaknya, Novita dan Yeni, ikut ayah mereka, Anto, tinggal bersama Suli.

Belum lama ini, anto memberi Novita dan Yeni rumah, persis di samping rumah isteri mudanya, Suli. Rumah itu permanent dengan lantai keramik. Selama tinggal bersama Suli, Siska dikabarkan sering gadoh dengan ibu tirinya itu. Karena sering ribut, Siska lalu tinggal bersama kakaknya, Yeni dan Novita. Tapi sejak itu pula hubungan ibu dan anak tiri ini dilaporkan makin tak akur. Apalagi ketika sebulan lalu, pada ayahnya di Batam, si bontot Siska meminta dibelikan sepeda motor, dan Anto mengabulkan keinginan anaknya itu.

Dengan semua cerita hubungan tak harmonis itu pula, Timan, kakek Siska, Yeni dan Novita, mencurigai 2 lelaki penyerang cucunya itu adalah orang suruhan seseorang dari kalangan keluarganya sendiri. Suli dicurigai? Sayang, hingga kemarin, wanita itu tak berhasil ditemukan. Sementara, menyusul musibah pada anaknya, Anto dilaporkan segera bertolak dari Batam ke ke Perbaungan.

Karena itu, demi mengungkap siapa di balik penyerangan sadis ini, Timan serta cucu-cucunya meminta polisi segera menangkap 2 lelaki penyerang Siska. (pasta/malik)


Tag: kriminalperistiwa

Terkait:

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 

 
Portal News
Jawa-Bali-Nusatenggara
Sumatera
Kalimantan

Sulawesi
Majalah